Nilai UTS Pengantar Teknologi Informasi

Written by hendriadi on November 18, 2008 – 5:25 pm -

URUT NRP NAMA Nilai UTS
1 8411770040001 ABDUL HAMID ANSHORI 45.5
2 8411770040002 MARKUS DWI PRIYONO 68.5
3 8411770040003 DEDI IRAWAN 61
4 8411770040004 DEDE PURNAMA GIRI 54.5
5 8411770040005 MUHAMMAD IRWAN 60.5
6 8411770040006 ANGKAT PRIYANTO 71
7 8411770040007 RENATO REIMUNDO JUNIOR 75
8 8411770040008 NONO HERYANA 82.5
9 8411770040009 ANDRI SUDJANA 65
10 8411770040010 AHMAD AMINUDIN 56.5
11 8411770040011 CANDRA ZONYVAR 42.5
12 8411770040012 SONI RUKIANTO 31.5
13 8411770040013 RIKI KUSMANA 54.5
14 8411770040014 ARI RAHMAN 48.5
15 8411770040015 ADITYA FAUZI R. 76.5
16 8411770040016 AGUNG TRISNANDAR 85
17 8411770040017 ACEP RAHMAT 59.5
18 8411770040018 RINI MAYASARI 66.5
19 8411770040019 ASEP SYAMSUDIN 54
20 8411770040020 AULIA FATHUR RAKHMAN 57.5
21 8411770040021 DYTA KAMESWARA 56
22 8411770040022 SITI FATIMAH 56.5
23 8411770040023 TEGUH HARIYANTO -
24 8411770040024 SITI ARIYAH 65
25 8411770040025 FUJI FEBRI 92.5
26 8411770040026 AGUS GUNAWAN 43
27 8411770040027 ARIP SOLEHUDIN 54.5
28 8411770040028 G I LANG YANUAR 51
29 8411770040029 TUBAGUS HIDAYAT FARIZA 49
30 8411770040030 AHMAD NURDIN 39
31 8411770040031 DINDIN HERYANA -
32 8411770040032 WILIAM NUGRAHA -
33 8411770040033 YUDISTIRA BACHTIAR 49.5
34 8411770040034 SUPRAPTO 67
35 8411770040035 RIPKI MAJID 69
36 8411770040036 HERI ISKANDAR 66
37 8411770040037 AGUSTINA HABEAHAN 45
38 8411770040038 RINI SURYANI 83
39 8411770040039 RAHMI RUHLIANI 54
40 8411770040040 ARIEF HARUMAN 62
41 8411770040041 ABDUL HAMID 71
42 8411770040042 AHMAD ANWAR 44
43 8411770040043 MALI 66.5
44 8411770040044 ABDUL KARIM 60.5
45 8411770040045 ISAK UTAMA 24
46 8411770040046 MUHAMMAD MANSUR 65

Tags:
Posted in UNSIKA | 3 Comments »

Perkembangan Teknologi Seluler

Written by hendriadi on November 18, 2008 – 4:27 pm -

Telekomunikasi seluler mengalami perkembangan yang sangat pesat yaitu ditandai dengan perkembangan jumlah pelanggan, perkembangan teknologi dan layanan. Dari segi perkembangan pelanggan, pertumbuhan pelanggan telepon seluler mengalami peningkatan yang menakjubkan dibanding pertumbuhan dari industri-industri lainnya. Angka pertumbuhan pelanggan telepon seluler secara global mencapai 30% per tahun .
Dari sisi teknologi, teknologi telekomunikasi seluler telah mengalami evolusi mulai dari generasi (1G) berkembang dengan munculnya teknologi generasi berikutnya (2G dan 3G). Saat ini bahkan sudah mulai kajian dan persiapan standarisasi teknologi dan layanan generasi keempat (4G). Perkembangan teknologi seluler tersebut adalah dalam rangka menyediakan kapasitas dan transfer data yang lebih tinggi sehingga mampu mendukung adanya kebutuhan akan layanan yang memerlukan transfer data berkecepatan tinggi, misalnya layanan multimedia.

Generasi Pertama (1G)
Teknologi telekomunikasi seluler generasi pertama disebut juga sebagai sistem analog. Pada generasi ini yang terkenal adalah AMPS yang dikembangkan oleh Bell Labs USA pada tahun 1970. Teknologi AMPS menggunakan modulasi frekuensi sebagai mekanisme transmisi dan beroperasi pada pita frekuensi 800 MHz. AMPS kemudian menjadi standar komunikasi di seluruh dunia. Beberapa sistem analog lainnya adalah ETACS (Extended Total Access Telecommunication Service) dan NMT (Nordic Mobile telecommunication) yang keduanya banyak digunakan di Eropa.

Generasi Kedua (2G)
Sistem telekomunikasi seluler pada generasi kedua menggunakan teknologi digital. Sistem telekomunikasi seluler pada generasi kedua menggunakan basis teknologi TDMA dan CDMA. Sistem yang menggunakan TDMA adalah IS-136 dan GSM. Rancangan utama dari sistem ini adalah untuk mendukung aliran suara berbentuk circuit-switched, pada perkembangannya sistem ini mampu pula mendukung paket data circuit-switched dan Iayanan pesan dengan menggunakan Short Message Service (SMS). Teknologi lainnya pada 2G adalah IS-95 atau Narrowband CDMA dan CDMA.

Generasi Trasnsisi (2.5G)
Beberapa teknologi data yang berada pada posisi transisi telah dikembangkan dalam rangka mendapatkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi sesegera mungkin dengan biaya implementasi yang lebih murah. Hal ini karena implementasi teknologi 3G memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya yang sangat besar. Teknologi-teknologi ini pada umumnya dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan dari sistem standar pada 2G dimana implementasinya diperlakukan sebagai proses upgrade terhadap jaringan 2G. Hal ini menyebabkan teknologi-teknologi ini dikelompokkan sebagai teknologi 2.5G.
Sistem berbasis teknologi TDMA pada generasi 2.5G meliputi teknologi IS-96 yang telah memberikan kecepatan lebih tinggi. Sistemberteknologi TDMA pada generasi 2.G meliputi High Speed Circuit Swithed Digital (HSCSD), lxEV dan General Packet Radio Service (GPRS). Teknologi-teknologi tersebut awalnya dikembangkan untuk GSM, tetapi kemudian diadopsi juga oleh badan standarisasi IS-136. Selain GPRS, teknologi lainnya adalah IS-95B dan 1S-95C yang merupakan pengembangan dari CDMA.

Generasi Ketiga (3G)
Pada tahun 1985, International Telecommunication Union (ITU) menentukan versi untuk suatu sistem seluler generasi ketiga (3G), pada saat pertama disebut Future Public Land Mobile Telecommunication System (FPLMTS) dan kemudian dinamai Internasional Mobile Telecommunication-2000 (IMT-2000). ITU mehyusun tujuan dari proyek IMT-2000 dan mengalokasikan rentang frekwensi global.

Generasi Ketiga (4G)
Untuk meningkatkan kecepatan akses data yang tinggi dan full mobile maka standar IMT-2000 di tingkatkan lagi menjadi 10Mbps,30Mbps dan 100Mbps yang semula hanya 2Mbps pada layanan 3G.Kecepatan akses tersebut didapat dengan mengguanakan teknologi OFDM(Orthogonal Frequency Division Multiplexing) dan Multi Carrier.Di Jepang layanan generasi keempat ini sudah di implementasikan.


Tags:
Posted in Teknologi Informasi | No Comments »

Apa itu BREW (Binary Environment For Wireless) ???

Written by hendriadi on November 11, 2008 – 6:31 am -

BREW merupakan internet services suatu teknologi yang dikembangkan oleh Qualcomm sebuah perusahan besar yang menyediakan layanan , produk komunikasi digital nirkabel, dan pemegang lisensi chipset teknologi CDMA di dunia.

Teknologi brew merupakan sistem pengantar modular berbasis J2EE yang memungkinkan pendistribusian content, aplikasi dan antar muka pengguna melalui udara.

BREW beroperasi dijaringan CDMA-2000 1X, EVDO, dan handset yang berkemampuan BREW lebih nyaman digunakan untuk menjelajahi internet dengan nyaman.

BREW didesain untuk memenuhi kebutuhan yang beragam dan unik dari para operator nirkabel pembuat peranti genggam, pencipta, pengembang bagi pengguna di seluruh dunia.

Standar BREW yang telah dirancang oleh Qualcomm meliputi platform terbuka yang mendukung peranti lunak aplikasi dan sistem yang kukuh, termasuk antar muka pengguna yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan branded untuk piranti-piranti yang dipasarkan secara masal.

Bagi operator, BREW menyediakan pasar virtual untuk pemilihan aplikasi dan negosiasai harga dengan pengembang. BREW Delivery System (BDS) memungkinkan distribusi aplikasi yang aman, mengkoordisansikan penagihan dan pembayaran, layanan sistem penagihan terpadu, pemantauan dan dukungan layanan, layanan konsultasi dan spesifikasi perangkat, solusi personalisasi perangkat, serta strategi dan implementasi layanan.

Bagi pengembang dan penyedia content, BREW menyedikan pengembangan bisnis Komprehensip dan dukungan teknis, dengan adanya BREW SDK (Software Development Kit) dan piranti pengembangan, menejemen distribusi aplikasi dan laporan penjualan aplikasi yang real-time. BREW bahkan menyedikan pembayaran terkonsolidasi dari operator nirkabel diseluruh dunia. BREW juga membantu memfasilitasi import dan ekspor aplikasi di seluruh dunia melalui program BREW Global Publisher (BGP)

Bagi manufaktur perangkat, BREW menyediakan piranti lunak pengguna, piranti penguju serta asistensi teknis dukungan pengembangan bisnis dan layanan konsultasi spesifikasi perangkat dan peta jalan produk atau fitur. Selain itu BREW juga memungkinkan manufaktur mempercepat waktu merilis pruduk ke pasar berkat fleksibilitas penyesuaian perangkat dan memungkin para manufaktur memperbaiki layanan antarmuka.

Bagi konsumen BREW pengalaman menikamati aplikasi yang intuitif dan cepat, termasuk dalam kenyamanan berbelanja online. Mengakses toko onlie dengan BREW sangatlah mudah, dan yang paling penting dapat belajar dan mengakses layanan-layanan pembelajaran yang disediakan para pengembang content.

Platform Aplikasi BREW

Platform ini bekerja pada level firmware, yaitu di chipset handset CDMA yang ada. Secara konsep, cara kerja aplikasi BREW hampir sama dengan aplikasi J2ME yang bekerja dalam virtual machine .

Bedanya, BREW runtime environment tidak didesain untuk memiliki portabilitas yang cukup di berbagai jenis dan merek handset. BREW merupakan platform yang dijalankan pada peralatan nirkabel yang di dalamnya terdapat prosesor buatan Qualcomm yang menguasai pasar chipset CDMA dunia hingga 80 persen.

BREW berjalan di level chipset yang berbeda dengan J2ME yang berjalan di level virtual machine yang bekerja di atas operating system. Karena itu, BREW memiliki kemampuan dalam akses komunikasi melalui soket TCP/UDP, HTTP, akses multimedia, dan file sistem.

BREW memiliki fasilitas untuk GPS (global positioning system), pesan SMS, VoIP (voice over Internet protocol), bluetooth 1.1, Mp3, maupun MIDI. Di samping itu, distribusi aplikasi BREW dapat dilakukan seperti halnya distribusi aplikasi J2ME, yaitu menggunakan OTA melalui BREW distribution system (BDS).

Sistem BREW yang komplit dimulai dari platform eksekusi aplikasi terbuka, standar untuk dikembangkan

1. BREW lebih ramping. Lebih dari versi pemadatan produk-produk yang ada untuk PC dan PDA, BREW lebih kecil beberapa kali dibandingkan platform aplikasi lain, Bekerja dengan pemahaman detil kebutuhan industri nirkabel, berangkat dari pengalaman sebagai manufaktur handset, Qualcomm mendesain platform BREW dari ekosistem chip.

2. BREW lebih cepat. Platform BREW menempati posisi teratas peranti lunak sistem chip, menangani aplikasi C/C++ yang cepat dan integrasi browser yang mudah, mesin virtual yang berbasis teknologi java dan ekstensi seperti mesin games 3D, pengurai XML dan pemutar video.

3. BREW terbuka. BREW mendukung bahasa teknis lain selain C/C++, termasuk lingkungan ekstensi alternatif seperti java dan Extenseble Markup Language (XML). Sejak BREW bisa ditanam kedalam handset dengan berbagai sistem operasi bergerak (OS), aplikasi-aplikasi yang dirancang untuk OS tersebut dapat diunduh dari udara menggunakan BREW Delivery System (BDS).

4. BREW bisa dikembangkan. Mengingat antarmuka perangkat pengguna terletak diatas BREW, manufaktur-manufaktur dapat menambahkan fitur-fitur baru ke handset-handset yang baru dikembangkan melalui perluasan BREW, bahkan dapat mengatasi bug melalui udara, menghindari pengulangan (recall) yang mahal . Pihak ketiga juga dapat merancang ekstensi ke platform BREW, membuat fungsi-fungsi tambahan untuk aplikasi mereka.

5. BREW berbiaya efektif. BREW mengurangi pembengkakan biaya dan mempercepat proses masuk kepasar bagi manufaktur-manufaktur perangkat. Mereka menghabiskan waktu yang lebih pendek dalam mengembangkan dan mengin-tegrasikan aplikasi dalam model-model yang berbeda dan punya lebih banyak waktu dalam mendesain produk.

6. BREW lebih aman. BREW melindungi handset dan operasi pengelola jaringan nirkabel. Di antara patokan-patokan dari teknologi lain, BREW mendukung layanan otentifikasi perangkat berbeda untuk melakukan verifikasi bahwa si peminta berasal dari perangkat operator yang memiliki izin. BREW juga menangani tanda-tangan digital untuk memeriksa verifikasi pengunduhan dan operasi via udara lainnya.

SDK BREW

Fitur ini membantu pengembang mendapatkan permulaan yang langsung jalan, menyediakan pengembangan umum dan peranti debugging, aplikasi contoh dengan kode sumber, materi referensi dan panduan pengguna, termasuk emulator handset yang memungkinkan pengembang menjalankan aplikasi dalam sistem mereka sebelum mulai melakukan pengujian perangkat. Dengan BREW SDK, pengembang dapat merancang aplikasi untuk perangkat-perangkat BREW tanpa perlu tahu peranti lunak sistem chip.

BREW Delivery System (BDS)

Bersama dengan platform aplikasi BREW, BDS memungkinkan operator secara cepat menghadirkan bisnis aplikasi nirkabel di atas layanan suara nirkabel yang mereka tawarkan sebelumnya. Dengan BDS, operator memperoleh kemampuan untuk melakukan alih-daya (outsourcing) solusi data mereka sambil tetap memegang kendali. Dengan mengaitkan penerbit, pengembang dan operator melalui pasar virtual global, BDS menghadirkan luasnya solusi distribusi aplikasi.

Di luar BREW Applications Platform, BREW SDK dan BDS, Qualcomm menyediakan sistem produk dan layanan kompre-hensif untuk menciptakan pasar yang sejati, bekerjasama dengan mitra dan pendukung lainnya.

1. Peranti dan Sumber-daya Pengembang. Mitra-mitra seperti ARM, Microsoft dan IBM menyediakan peranti esensial men-dukung pengembangan aplikasi BREW. Para pengembang dapat menggunakan lingkungan pengembangan terintegrasi atau integrated development environments (IDE) komersial seperti Microsoft Visual Studio, IBM WebSphere Studio Device Developer, ARM compiler atau GNU compiler gratisan. Qual-comm telah mengembangkan peranti-peranti tambahan untuk masuk ke aplikasi-aplikasi dan menanamnya ke dalam perangkat untuk serangkaian pengujian.

2. Dukungan Hubungan Pengembang. Sebuah tim Qualcomm didedikasikan membantu menciptakan penerbit, pengembang dan konsep baru ke pasar, termasuk membuat merek atau aplikasi yang pas, memastikan operator BREW terus meng-akses aplikasi dan content yang memiliki terobosan.

3. Pelatihan BREW. BREW menawarkan serangkaian pelatihan solusi-solusi bagi operator, penerbit, pengembang dan OEM. Pelatihan bagi profesional dan insinyur yang membantu mengembangkan dan menggunakan BREW dan peranti BREW di seluruh dunia. Solusi-solusi ini antara lain kelas-kelas inter-aktif, hands-on, dan sesi-sesi kuliah tatap-muka membahas berbagai topik.

4. True BREW Testing (TBT). Berdasarkan permintaan operator, pihak ketiga di seluruh dunia dapat melakukan TBT untuk memastikan konsistensi kualitas seluruh aplikasi BREW. Melalui sebuah proses, antarmuka pihak ketiga ini bisa langsung bersentuhan dengan pengembang dan Qualcomm.


Tags: ,
Posted in Teknologi Informasi | 1 Comment »

Menyambut Kemenangan Obama sebagai Presiden USA

Written by hendriadi on November 5, 2008 – 5:24 pm -

Kemenangan Senator Obama terhadap saingannya sebagai presiden Amerika membuat penduduk Indonesia yang secara historis ada hubungan dengan Presiden Amerika yang ke-44 ini, dimana masa kecil sang senator pernah mengecam pendidikan sekolah dasar di Indonesia dikarenakan sang ibu dari senator ini menikah dengan orang Indonesia, Obama telah melakukan kampanye yang mengagumkan, dia menginspirasi jutaan orang, sesuai dengan moto nya dari sang senator adalah

tidak ada sesuatu yang tidak mungkin

Mudah-mudahan dengan terpilihnya Obama sebagai presiden negara adidaya ini akan membuat hubungan Amerika dengan bangsa Indonesia akan menjadi jauh-jauh lebih baik, dimana sodara tiri dari Obama sendiri masih menjadi warga negara Indonesia

Betapa bangganya para guru yang mengajar senator Obama ketika menimba ilmu di sekolah dasar di Indonesia, dan betapa bangganya juga teman-teman seangkatan Obama yang tidak menyaka bahwa pada saat ini si Obama kecil itu telah menjadi orang no 1 di Amerika , saya sendiri sebagai warga negara indonesia sedikit merasakan kebanggaan tersebut bahwa dengan bersekolah di Indonesia tidak ada sesuatu yang tidak mungkin untuk diwujudkan.

Teruslah berjuang wahai senator, beban kepercayan ada di pundakmu !!!!


Tags:
Posted in Curhat | 1 Comment »

Akan Seperti Apakah Windows 7 ???

Written by hendriadi on October 29, 2008 – 4:45 pm -

Penantian dari para pengguna setia Windows dan para pembajak Windows untuk dapat menikmatu Windows 7 sekiranya akan menemukan jawaban, dimana dengan waktu yang tidak lama lagi Windows 7 yang di Klaim oleh Microsoft bakalan lebih handal dan efisien dibandingkan dengan para pendahulunya seperti Vista akan segera dirilis, dimana sekarang sudah diberikan versi Beta pada developer-developer untuk mencobanya.

Untuk urusan kompatibiltas, Microsoft yakin bahwa apa pun yang bekerja pada Windows Vista juga akan bekerja pada Windows 7. Codec yang lebih beragam pun, termasuk DivX, Xvid dan AAC, akan didukung. Sementara itu struktur menu pita (ribbon) yang digunakan pada Office 2007 akan menjadi layout de facto untuk semua program Windows 7.

Manfaat lainnya adalah pemberitahuan (alert) pengguna, termasuk opsi untuk memilih pemberitahuan yang diterima, Jump List yang mengelompokkan program-program yang paling umum dipakai dan tugas-tugas yang paling sering dilakukan, aplikasi, servis dan device yang lebih menyatu, dan dukungan Wi-Fi dan 3G yang terintegrasi. Tentu saja fungsionalitas layar sentuh Windows 7 juga akan hadir, lengkap dengan kendali gerakan (gesture control) bagi mesin-mesin yang memang dilengkapi dengan kemampuan tersebut.

Kesimpulannya bahwa Windows 7 walaupun tampilannya mirip Windows Vista tapi kemampuannya bisa dikatakan jauh lebih baik.

Selamat menunggu !!!


Tags:
Posted in Teknologi Informasi | No Comments »